Bhayangkara News

Sabtu, 20 Juni 2026

Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Bali Berbagi dengan Warga dan Anak-anak YPAC

 


Denpasar - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menggelar bakti sosial berupa penyerahan sembako dan bingkisan sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat, Sabtu (20/6/2026).


Kegiatan diawali di Desa Adat Kedonganan, Kabupaten Badung. Kapolda Bali didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Ny. Didit Daniel Adityajaya, Pejabat Utama Polda Bali, dan Kapolresta Denpasar menyerahkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.


Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Caca) Bali. Di lokasi ini, Kapolda Bali menyerahkan bantuan kepada pengurus yayasan dan anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus berinteraksi langsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.


Kapolda Bali menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan kedekatan Polri dengan masyarakat.


“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan, tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi warga. Kami ingin terus hadir, berbagi kebahagiaan, dan memastikan setiap kegiatan Polri membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Kapolda Bali.


Kegiatan berlangsung hangat dan mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Adat Kedonganan maupun keluarga besar YPAC Bali yang merasakan langsung perhatian dan kepedulian Polri.:::

Jumat, 19 Juni 2026

Polda Bali Gandeng Komunitas Bangun Benteng Digital Tangkal Radikalisme di Dunia Maya

 


Denpasar – Ancaman radikalisme kini tidak lagi hadir secara langsung di tengah masyarakat, tetapi juga menyusup melalui layar gawai dan media sosial yang digunakan setiap hari. Menyadari hal tersebut, Polda Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pertahanan bersama melalui kegiatan sosialisasi bertema “Polri Bersama Komunitas, Tangkal Radikalisme dan Membangun Benteng Digital demi Terwujudnya Harkamtibmas di Pulau Bali” yang digelar di Gedung Rupatama Polda Bali.


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Bali Kombes Pol. Suwandi Prihantoro, S.I.K., M.Han., ini menghadirkan narasumber dari Densus 88 Anti Teror dan Direktorat Siber Polda Bali, serta diikuti berbagai komunitas dari seluruh kabupaten/kota di Bali.


Dalam sambutannya, Kombes Pol. Suwandi Prihantoro, S.I.K., M.Han., mengingatkan bahwa internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Namun di balik kemudahan akses informasi, terdapat ancaman serius berupa penyebaran paham radikal, ujaran kebencian, hingga berita bohong yang dapat memecah persatuan bangsa.


"Saat ini internet telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menyimpan ancaman nyata. Salah satu yang harus kita waspadai bersama adalah penyebaran paham radikal melalui dunia maya," tegasnya.


Menurutnya, kelompok penyebar paham radikal kini memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama untuk mempengaruhi masyarakat. Anak-anak, remaja, dan pengguna internet yang kurang kritis menjadi sasaran empuk karena mudah terpapar informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.


Karena itu, Polda Bali menilai keterlibatan komunitas memiliki peran yang sangat strategis. Komunitas dinilai sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai positif dan memperkuat ketahanan sosial di lingkungan masing-masing.


"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Komunitas yang hadir hari ini adalah mitra strategis dan ujung tombak dalam menjaga Bali tetap aman, damai, dan harmonis," ujarnya


Dalam kesempatan tersebut, Polda Bali mengajak seluruh peserta untuk membangun “Benteng Digital”, yaitu kesadaran kolektif dalam menggunakan internet secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.


Terdapat tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membangun benteng digital tersebut:


Saring Sebelum Sharing

Pastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks maupun provokasi.


Lawan Hoaks dengan Konten Positif

Gunakan media sosial untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, persatuan, serta mempromosikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bali.


Segera Melapor

Apabila menemukan akun atau grup media sosial yang menyebarkan paham radikal maupun konten yang mengganggu keamanan masyarakat, segera laporkan kepada pihak berwenang.


Tidak hanya mendengarkan materi dari para narasumber, para peserta juga terlibat aktif dalam sesi dialog interaktif dan tanya jawab. Berbagai persoalan terkait keamanan digital, penyebaran informasi menyesatkan, hingga upaya pencegahan radikalisme di lingkungan masyarakat menjadi topik yang dibahas secara terbuka.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Bali dalam memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. Mengingat Bali merupakan destinasi wisata dunia, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.


"Bali dikenal dunia karena keindahan alam dan masyarakatnya yang menjunjung tinggi toleransi serta kerukunan. Keamanan adalah modal utama kita. Jika Bali aman, maka pariwisata tumbuh, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat," pungkasnya.


Melalui sinergi antara Polri, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat, diharapkan upaya menangkal radikalisme dan memperkuat literasi digital dapat semakin efektif sehingga Bali tetap menjadi pulau yang aman, damai, serta menjadi contoh harmoni bagi Indonesia dan dunia. :::

10 Casis Bintara Polri Asal Tabanan Ikuti Wawancara Psikologi, Wujudkan SDM Unggul Menuju Polri Presisi


Tabanan - Pada Jumat, 19 Juni 2026, sebanyak 10 Calon Siswa (Casis) Bintara Polri asal Polres Tabanan mengikuti tahapan Wawancara Psikologi dalam rangka Seleksi Penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Gedung PRG Polda Bali. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam menjaring calon anggota Polri yang memiliki karakter, integritas, dan kesiapan mental yang baik.


Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh jajaran Ro SDM Polda Bali yang dipantau langsung oleh Karo SDM Polda Bali Kombes Pol Agus Nugroho, S.I.K., M.H., bersama pejabat utama Ro SDM Polda Bali, panitia daerah, pengawas internal dan eksternal, serta para pendamping dari seluruh Polres jajaran Polda Bali. Kehadiran para pengawas menjadi bentuk komitmen dalam mewujudkan proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel.


Sebanyak 10 peserta dari Polres Tabanan yang terdiri dari 8 Casis Bintara PTU, 1 Casis Bintara Intelijen, dan 1 Casis Bintara Polair mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari absensi, arahan panitia, wawancara psikologi hingga pendalaman wawancara psikologi. Tahapan ini bertujuan untuk menggali aspek kepribadian, kematangan emosi, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan peserta dalam mengemban tugas sebagai anggota Polri di masa mendatang.


Seijin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H.,melalui Kabag SDM Polres Tabanan  Kompol Ni Made Lestari, S.H., M.H., mengatakan" Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 19.20 Wita tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui proses seleksi yang ketat dan profesional ini, diharapkan dapat terpilih calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, dan mampu mendukung terwujudnya SDM Unggul Polri Presisi guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Humas Polres Tabanan

‎Opening FCS-2026, Gubernur Papua "Sagu Adalah Pilar Ketahanan Pangan dan Penggerak Papua"


Jayapura Kota - Gubernur Provinsi Papua Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk menjadikan sagu sebagai salah satu pilar ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat melalui penguatan perlindungan kawasan sagu, pemberdayaan masyarakat adat, serta pengembangan produk turunannya.

‎Hal itu disampaikannya saat membuka Festival Colo Sagu 2026 yang mengusung tema "Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi" di Kota Jayapura, Jumat (19/6) sore. 

‎Menurut Bapak Mathius, sagu memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar bahan pangan tradisional masyarakat Papua.

‎“Bagi orang Papua, sagu bukan sekedar bahan pangan. Sagu adalah identitas, sejarah, dan bagian dari perjalanan hidup masyarakat adat yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya. 

‎Ia menjelaskan, di balik hamparan hutan sagu tersimpan nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua selama berabad-abad.

‎Karena itu, kata dia, pembicaraan mengenai sagu sejatinya merupakan pembicaraan tentang masa depan Papua, termasuk ketahanan pangan, perlindungan ekosistem, pemberdayaan masyarakat adat, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.

‎“Papua dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa dan sagu merupakan salah satu aset strategis yang dapat menjadi fondasi kedaulatan pangan daerah,” kata Bapak Mathius Fakhiri.

‎Dirinya juga mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan ekosistem sagu melalui perlindungan kawasan hutan sagu, pengembangan riset dan inovasi, serta peningkatan nilai tambah produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

‎Ia menilai pengembangan sagu tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat.

‎“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka sagu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat Papua,” imbuhnya. 

‎Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR menyoroti masih rendahnya keterlibatan masyarakat Papua dalam pengembangan potensi ekonomi sagu meski komoditas tersebut melimpah di Tanah Papua.

‎Menurutnya, banyak masyarakat yang bangga mengonsumsi papeda dan menjadikan sagu sebagai identitas budaya, namun belum banyak yang berhasil mengembangkan sagu menjadi sumber usaha yang bernilai ekonomi.

‎“Orang Papua punya sagu yang banyak, tetapi orang Papua yang sukses dengan sagu tidak banyak. Kita bangga makan papeda, bangga bicara sagu, tetapi sedikit yang benar-benar peduli mengembangkan potensi ekonominya,” kata KBP Fredrickus Maclarimboen. 

‎Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan hutan sagu yang terus mengalami penyusutan. Berdasarkan data yang diperolehnya, luas kawasan sagu yang sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar satu juta hektare kini tersisa sekitar 700 ribu hektare.

‎Selain itu, Founder Yayasan Colo Sagu yang kini menjabat Kapolresta Jayapura Kota tersebut juga menilai masih minimnya keterlibatan generasi muda Papua dalam pengembangan pengetahuan tentang sagu. Hal itu terlihat dari lomba esai dan karya tulis dalam rangkaian Festival Colo Sagu 2026 yang mayoritas pesertanya berasal dari luar Papua.

‎“Sekitar 70 hingga 80 persen peserta bukan dari Papua, bahkan pemenangnya berasal dari kampus di luar Papua. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua,” katanya.

‎Ia berharap festival Colo Sagu dapat menjadi momentum membangun kesadaran bersama untuk melestarikan hutan sagu sekaligus mendorong lahirnya regulasi yang mendukung pengembangan sagu sebagai sumber pangan dan ekonomi masyarakat.

‎Festival Colo Sagu 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk olahan sagu, lomba karya tulis ilmiah, seminar, hingga diskusi yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas adat, dan masyarakat umum guna memperkuat peran sagu sebagai komoditas unggulan Papua.(*) 

‎Penulis : Subhan

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Jayapura Kota Gelar Explore Dusun Sagu di Skouw Yambe


Jayapura Kota - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dan HUT Sagu yang masih merupakan rangkaian Festival Colo Sagu Tahun 2026, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR selaku founder Colo Sagu menggelar kegiatan Explore Dusun Sagu di Dusun Sagu Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (19/6) pagi.

‎Kegiatan yang mengusung tema "Sagu Menghidupi, dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi" tersebut dihadiri oleh Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., Dansatrol Koarmada III Jayapura Kolonel Laut (P) Bambang Abdullah Basuki Rahmad, Ketua MRP Papua Nerlince Wamuar, S.E., M.Pd, Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Anthonius Mathius Ayorbaba, S.H., M.Si., Kepala PDAM Kota Jayapura Dr. H. Entis Sutisna, S.E., M.M., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura Gerardus Ikanubun, S.Pi., M.Si., serta para pejabat utama Polresta Jayapura Kota dan tamu undangan lainnya.

‎Dalam sambutannya, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus Maclarimboen saat didampingi Ketua Panitia FCS-2026 Michael Yerisetouw mengatakan bahwa kegiatan Colo Sagu bukanlah kegiatan baru, melainkan upaya melanjutkan perjuangan para penggiat sagu yang selama ini konsisten menjaga dan melestarikan pangan lokal khas Papua.

‎"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian agar masyarakat tidak melupakan sagu sebagai warisan budaya dan sumber kehidupan masyarakat Papua. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong perhatian berbagai pihak untuk terus menjaga keberlangsungan hutan sagu dan meningkatkan nilai ekonominya," ujar Kapolresta.

‎Lebih lanjut, Kapolresta mengungkapkan rencana inovatif yang akan dilakukan Polresta Jayapura Kota, yakni mengajak pasangan anggota Polri yang baru menikah untuk menanam sagu sebagai simbol dan filosofi dalam membangun rumah tangga.

‎"Sagu yang tumbuh lurus melambangkan komitmen dan kesetiaan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Selain itu, sagu juga memiliki sifat yang tidak egois karena mampu menyimpan air dan memberi kehidupan bagi tumbuhan lain di sekitarnya. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada setiap pasangan yang membangun keluarga baru," jelasnya.

‎Kapolresta juga menyoroti masih minimnya masyarakat Papua yang berhasil mengembangkan potensi ekonomi dari komoditas sagu, padahal Papua merupakan salah satu wilayah dengan sumber daya sagu terbesar di Indonesia.

‎Sementara itu, Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Kapolresta Jayapura Kota dalam mengangkat kembali nilai strategis sagu sebagai identitas dan sumber kehidupan masyarakat Papua.

‎"Sagu itu hidup dan hidup itu adalah sagu. Dari dulu hingga sekarang masyarakat Skouw hidup dari kelapa, pinang dan sagu. Melalui kegiatan seperti ini, kita diingatkan kembali bahwa seluruh bagian dari pohon sagu memiliki manfaat besar bagi kehidupan masyarakat," ungkap Wali Kota.

‎Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian sagu yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

‎Selain melakukan penanaman sagu secara simbolis, para peserta diajak menelusuri Dusun Sagu Kampung Skouw Yambe untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sagu dari hulu hingga hilir. Mulai dari pengenalan habitat sagu, proses penebangan, penokokan (pangkur), peremasan, pengambilan pati sagu hingga pengolahan menjadi berbagai produk pangan tradisional maupun modern.

‎Kegiatan Explore Dusun Sagu ini merupakan bagian dari inovasi sosial berbasis kearifan lokal yang diinisiasi Kapolresta Jayapura Kota selaku Founder Colo Sagu. Selain menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem sagu sebagai penopang ketahanan pangan, pelestarian budaya, serta penggerak kemandirian ekonomi masyarakat Papua.

‎Melalui Festival Colo Sagu 2026, semangat pelestarian sagu diharapkan semakin kuat dan menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga warisan leluhur Papua demi keberlanjutan generasi mendatang. Di lokasi Dusun Sagu Skouw Yambe hari ini telah ditanam sebanyak 80 pohon Sagu, sebagaimana usia Polri yang masuk 80 Tahun pada 1 Juli 2026 ini.(*) 

‎Penulis : Subhan

Bhakti Religi Polda Bali Di Sejumlah Tempat Ibadah


Denpasar - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Jajaran Polda Bali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dan toleransi antarumat beragama, Polda Bali menggelar kegiatan Bakti Religi serentak di sejumlah tempat ibadah di kawasan Tuban Kuta dan sekitarnya pada Jumat (19/6).


​Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini melibatkan personel gabungan dari Ditlantas dan Ditsamapta Polda Bali

​Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh PS. Kabagbinops Ditlantas Polda Bali Kompol Ruli Agus Susanto selaku Ketua Seksi Bakti Religi, dengan sasaran :

​Masjid Nurul Huda Tuban

​Gereja Ekklesia Tuban

​Pura Jagat Tirta Tuban

​Pura Tegal Melakang di Kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.


​Di setiap lokasi, kegiatan diawali dengan doa/persembahyangan bersama demi kelancaran tugas. Setelah itu, para personel bahu-membahu melakukan aksi reresik atau bersih-bersih di seluruh area tempat ibadah guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan beribadah.


​Tidak hanya menyumbangkan tenaga, Polda Bali juga menyerahkan paket Bansos serta bantuan alat-alat kebersihan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kompol Ruli bersama perwakilan lainnya, diterima dengan hangat oleh masing-masing pemangku serta pengurus tempat ibadah setempat.


Pada kesempatan tersebut Kompol Ruli menyampaikan,

​"Kegiatan Bakti Religi ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus komitmen kami dalam menjaga nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan silaturahmi antarumat beragama, khususnya dalam menyambut momentum Hari Bhayangkara ke-80," ujar Ketua Seksi Bakti Religi.


​Aksi simpatik ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara personel Polri dan para pengurus tempat ibadah sebagai simbol sinergitas yang kuat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. (*)

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Jadi Inspirasi Perempuan Ambil Peran Strategis di Jurnalistik

 


JAKARTA - Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Sudut Pandang dan Sudutpandang.id, Umi Sjarifah, menerima Anugerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) 2026 kategori Tokoh Inspiratif Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus, dalam Malam Anugerah SMSI 2026 di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam.


Siaran pers SMSI Pusat yang diterima pada Jumat (19/6/2026), menyebutkan, penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendukung perkembangan pers nasional, khususnya media siber di Indonesia. SMSI menilai, Umi Sjarifah sebagai salah satu perempuan tangguh yang mampu menjaga eksistensi media di tengah berbagai keterbatasan. Kepemimpinannya di dunia pers juga dinilai menginspirasi perempuan untuk berani mengambil peran strategis dalam jurnalistik dan media.


Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus mengatakan, Anugerah SMSI merupakan bentuk apresiasi kepada individu yang berperan dalam menjaga keberlangsungan dan kemajuan ekosistem pers nasional.


"Anugerah SMSI menjadi ruang apresiasi bagi para tokoh yang selama ini memberikan sumbangsih nyata dalam menjaga keberlangsungan, kemajuan, serta ekosistem pers Indonesia, khususnya media siber," ujar Firdaus.



Pada tahun ini, SMSI memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori, yakni Anugerah Sahabat Pers Indonesia, Anugerah Pelopor Kemerdekaan Pers Indonesia, Anugerah Spirit Pers Indonesia, Anugerah Tokoh Inspiratif Indonesia, dan Anugerah Pin Emas SMSI.



Atas penghargaan yang diterimanya, Umi Sjarifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada SMSI. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.


"Terima kasih kepada SMSI atas penghargaan ini. Bagi saya, penghargaan ini merupakan amanah untuk terus berkarya, menjaga integritas profesi, serta berkontribusi bagi kemajuan pers Indonesia. Saya juga berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran strategis di dunia jurnalistik dan media," kata Umi.


Penghargaan dari SMSI menambah deretan apresiasi yang diterima Umi Sjarifah dalam perjalanan karier jurnalistiknya. Sebelumnya, pada tahun 2026 ia menerima Anugerah INDOPOSCO atas dedikasi dan konsistensinya di dunia jurnalistik. Sementara pada 2025, ia memperoleh Mitrapol Award sebagai bentuk apresiasi atas integritas dan kontribusinya dalam pengembangan media.



Malam Anugerah SMSI 2026 turut dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, jajaran pengurus SMSI, para penerima penghargaan, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia.


*Seleksi Ketat*


Ketua Dewan Juri Anugerah SMSI 2026, Prof. Dr. Taufiqurokhman, menjelaskan bahwa dari 61 nominator yang diusulkan pengurus SMSI se-Indonesia, dilakukan proses seleksi hingga tersaring 32 nominator. Pada tahap akhir, dewan juri menetapkan 16 penerima penghargaan.


Menurutnya, penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu kontribusi terhadap kemerdekaan pers, penguatan media sebagai pilar demokrasi, serta sinergi media dalam mendukung pembangunan daerah.


Selain Umi Sjarifah, penerima Anugerah SMSI 2026 kategori Tokoh Inspiratif Indonesia antara lain Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Muhammad Nasir, Wali Kota Cilegon Robinsar, Bupati Solok Jon Firman Pandu, Bupati Kepulauan Anambas Dato Aneng, dan Kepala Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, Marianus Yono Jehanu.


Pada kategori Anugerah Pelopor Kemerdekaan Pers Indonesia, penghargaan diberikan kepada Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Sementara kategori Spirit Pers Indonesia diberikan kepada Gubernur Banten Andra Soni.


Adapun penerima Anugerah Sahabat Pers Indonesia antara lain Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, dan Bupati Bulungan Syarwani. Sementara kategori Mitra Strategis Pers diberikan kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofyan Kurnia.(red)

Rabu, 17 Juni 2026

Kebakaran Hebat Hanguskan 7 Lapak Pedagang di Pasar Tulikup, Polisi Selidiki Penyebabnya

  


GIANYAR - Kebakaran melanda tujuh bangunan kios pedagang yang berada di sebelah utara Pasar Tulikup, Banjar Menak, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Rabu (17/6/2026) siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.10 Wita tersebut mengakibatkan tujuh lapak dagangan beserta isinya hangus terbakar dan menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp300 juta.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi yang melihat kepulan asap dari salah satu kios di kompleks pasar. Menyadari adanya kejadian tersebut, saksi segera menghubungi warga lainnya dan melaporkan peristiwa itu kepada petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar untuk mendapatkan penanganan cepat.


Sekitar pukul 12.25 Wita, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api yang telah melalap sejumlah kios akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.25 Wita, dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.


Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit Reskrim Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar, personil piket fungsi dan KSPKT turun ke lokasi untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga memasang garis polisi, mendata para korban dan saksi, serta mengumpulkan keterangan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.


"Kami telah melakukan olah TKP bersama Tim Identifikasi Polres Gianyar dan masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi maupun korban. Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik, namun untuk memastikan penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan instalasi listrik di tempat usaha maupun rumah guna mencegah terjadinya peristiwa kebakaran ," ujar Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M :::.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done